Apakah Juventus Kandidat Serius Penantang Scudetto Musim Depan?


Ya. Mampukah klub besar ini kembali ke persaingan papan atas Serie A Italia musim depan?

 

Juventus 2010/11 shirts
Juventus 2010/11 shirts

Juventus. Klub tua yang sakti ini tengah terluka. Musim lalu, rencana mereka di jalur persaingan scudetto Serie A Italia berantakan. Pasukan Ciro Ferrara hanya mampu bersaing tak sampai separuh musim.

Sempat mengancam juara bertahan Inter Milan di papan atas klasemen, mesin Juventus mulai bermasalah akhir tahun 2009. Setelah pergantian pelatih menjadi Alberto Zaccheroni, rumor ketidakharmonisan Diego dan Alessandro del Piero, serta melempemnya Amauri dan Felipe Melo meningkahi musim Juventus.

Pada akhir musim 2009/10, Juventus hanya menempati posisi ketujuh klasemen. Agak sulit mencari kekuatan yang mendominasi penampilan Juventus musim lalu. Mereka meraih 16 kemenangan, hampir setara dengan 15 kali kekalahan yang diderita. Rekor gol memasukkan 55, sedangkan kebobolan 56 kali. (Goal)

Pembenahan dilakukan. Dari sisi teknis, kerja sama dengan Zaccheroni tidak diteruskan. Luigi del Neri diboyong dari Sampdoria. Sedangkan di kantor pengurus, terjadi pergantian kepemimpinan. Tidak ada lagi keterlibatan Jean-Claude Blanc dan Alessio Secco. Keduanya diganti Andrea Agnelli dan Giuseppe Marotta, sebagai presiden dan direktur olahraga, yang dianggap lebih bergairah memajukan Juve.
Hingga pertengahan Juli, perekrutan pemain baru merambah setiap sektor. Marco Storari dihadirkan melapis sektor penjaga gawang, begitu juga dengan Marco Motta (belakang), Leonardo Bonucci (belakang), Jorge Martinez (tengah), Simone Pepe (depan), serta Davide Lanzafame (depan).

Kini, apakah Juventus dapat bersaing di jalur perebutan scudetto musim 2010/11? GOAL.com Indonesia coba menghimpun kekuatan sementara Juve di tengah menggeliatnya bursa transfer musim panas.

Kiper
Absennya Gianluigi Buffon sampai kira-kira akhir tahun adalah ancaman utama Bianconeri. Sebagai pengganti, Marco Storari harus langsung menjawab harapan besar Juventus terhadap dirinya. Modal awal Storari adalah kesepahaman yang sudah dibangun dengan Luigi del Neri sejak masih bekerja sama di Sampdoria. Namun, rasanya, kehadiran Buffon di bawah gawang tak terbantahkan dan menjadi nilai plus bagi Juventus. Mudah-mudahan saja tidak ada krisis cedera berkelanjutan di sektor ini seperti musim lalu.
Rating: 11/20

Belakang
Tak ada lagi Fabio Cannavaro, sehingga Juve harus mempercayakan lini vital ini kepada para pemain muda. Duet Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini diharapkan langsung terkoneksi sejak awal musim. Di sektor full-back, kehadiran Marco Motta adalah sebuah nafas baru karena Hasan Salihamidzic atau Gianluca Zambrotta tak bisa diharapkan terus menerus tampil setiap pertandingan. Meski demikian, sektor ini masih harus dibuktikan kehandalannya.
Rating: 12/20

Tengah

Kekuatan lini tengah Juventus secara obyektif sebenarnya sudah memadai. Namun, Felipe Melo harus mengesampingkan emosi kala bermain. Diego Ribas da Cunha harus segera menemukan bentuk permainan terbaik setelah satu musim beradaptasi. Belum lagi pilihan jangkar yang bisa mereka pilih antara Jorge Martinez, Momo Sissoko, Christian Poulsen, atau Tiago — kalau pemain yang disebut terakhir ini memilih bertahan di Turin.
Rating: 16/20

Depan
Hampir semua penyerang Juve memiliki tipe penyelesai, seperti Amauri, Vincenzo Iaquinta, atau David Trezeguet. Kehadiran Simone Pepe dianggap dapat menunjang sektor ketajaman serangan tim musim mendatang mengingat sudah menuanya Il Pinturicchio, Alessandro del Piero.
Rating: 15/20

Pelatih
Luigi del Neri dapat dianggap sebagai pelatih yang paling tepat menangani Juve saat ini. Kehandalannya sudah terbukti semasa melatih Chievo hingga Sampdoria. Kini, keampuhan formasi 4-4-2 flat ala Del Neri plus kegemaran memaksimalkan pola serangan lewat sayap ditunggu publik Bianconeri. Atau adakah adaptasi yang dilakukan sang pelatih?
Rating: 18/20

Kesimpulan sementara:
Kekuatan Juventus saat ini mencapai rating 72 dari skala tertinggi 100. Masih dapat berubah, karena bursa transfer sedang berjalan. Del Neri sendiri mengatakan masih membutukan empat pemain baru di dalam timnya, yakni masing-masing.

Dari sisi non-teknis, kehadiran presiden baru Andrea Agnelli dipercaya meningkatkan kinerja klub. Paling tidak, pria berusia 34 tahun itu memiliki ambisi mengembalikan kejayaan Juve seperti kala dipimpin sang paman, Gianni.

Kendali klub juga ditentukan oleh kinerja direktur olahraga Giuseppe Marotta. Memang Marotta sudah membangun reputasi saat bersama Sampdoria beberapa musim lalu. Meski demikian, masih harus dinanti kinerja Marotta dalam klub sebesar Juventus. Banyak tifosi masih merindukan sosok seorang Luciano Moggi — perbandingan yang membuat Alessio Secco jadi bulan-bulanan musim lalu. Mudah-mudahan saja kolaborasi Marotta-Del Neri kembali bertuah untuk Si Nyonya Tua.

Kini, kembali ke pertanyaan semula, mampukah Juventus merebut scudetto musim mendatang? Bagaimana pendapat Anda?

Iklan