Final Terkotor Sepanjang Sejarah?


Bek Belanda John Heitinga (kiri) meninggalkan lapangan seusai diganjar kartu merah oleh wasit Howard Webb di laga final PD 2010 di Soccer City, Johannesburg, 11 Juli 2010. Spanyol unggul 1-0. AFP PHOTO / STEPHANE DE SAKUTIN
Kartu Merah John Heitinga (© AFP 2010)

Johannesburg: Laga final Piala Dunia (PD) 2010 yang mempertemukan Spanyol dan Belanda di Soccer City Stadium, Johannesbug, Minggu (11/7) malam waktu setempat atau Senin (12/7) dinihari WIB, berlangsung sangat panas. Buktinya, wasit asal Inggris yang ditunjuk FIFA memimpin pertandingan, Howard Webb, mengeluarkan 14 kartu kuning dan satu kartu merah. Jumlah kartu yang dikeluarkan Webb tersebut merupakan rekor baru dalam sejarah final Piala Dunia. (Liputan6)

Tentu, Webb tidak akan merasa bangga dengan rekor tersebut. Akan tetapi, dalam pertandingan tersebut, wasit kelahiran Yorkshire ini memang seringkali tidak diberikan pilihan lain selain mengeluarkan kartu kepada para pemain kedua tim yang saling sikut, saling langgar dan saling jegal di lapangan. Webb menunjukan sembilan kartu bagi Belanda—termasuk dua kartu kuning dan satu kartu merah bagi defender Belanda, John Heitinga—dan lima kartu kuning bagi anak asuh Vicente del Bosque.

Dengan kartu sebanyak ini, Webb dengan sangat mudah melampaui rekor wasit asal Brasil, Romuald Arppi Filho, yang pada final PD 1986 ketika Argentina bertemu Jerman di Meksiko. hanya mengeluarkan enam kartu kuning saja bagi para pemain kedua timnas. Jika hitungannya adalah jumlah kartu maka tidak diragukan lagi final dini hari tadi merupakan final terkotor sepanjang sejarah Piala Dunia.

Usai laga berakhir, ketika sedang menerima medali atas kontribusinya sebagai pengadil di lapangan, Webb yang sedang berjalan ke podium diteriaki dan dicemooh oleh para fans asal Belanda merasa kecewa dengan kepemimpinannya. Meskipun sebenarnya Webb bisa saja mengeluarkan kartu yang lebih banyak lagi jika melihat kotornya laga final di Johannesburg tersebut.

Iklan