Catatan Buruk Blunder Kiper Inggris di Piala Dunia


 

Dua kiper Inggris di Afsel, pernah lakukan blunder. (Foto: Dok. SOCCER)

Blunder yang dilakukan Robert Green kala Inggris melawan Amerika Serikat (13/06), mungkin membuat kesal jutaan pendukung Inggris. Hal tersebut tentunya juga akan sulit untuk dilupakan banyak kalangan, sekaligus membuka kembali memori kelam reputasi kiper timnas Inggris sejak 2002 silam.(duniasoccer.com)

Green memang seketika jadi sosok yang paling bertanggung jawab atas hasil imbang yang diterima Inggris. Namun berdasarkan fakta, Green bukanlah kiper Inggris pertama yang pernah melakukannya. Sejak 2002, setidaknya tercatat empat kiper Inggris yang melakukan hal serupa.

Jika Anda ingat, pada 2002, sosok David Seaman seketika menjadi perbincangan banyak kalangan ketika dirinya salah mengantisipasi arah bola tendangan bebas Ronaldinho, kala Inggris bertemu Brasil di perempat final Piala Dunia 2002. Gol Ronaldinho tersebut akhirnya menjadi gol kekalahan Inggris atas Brasil.

David Seaman 

Setelah insiden tersebut, Seaman masih sempat dipercaya sebagai kiper utama Inggris hingga dirinya mengulangi kesalahan yang sama ketika Inggris bertemu Makedonia. Kala itu, Seaman gagal mengantisipasi arah bola sepak pojok hingga gawangnya kebobolan. Sejak saat itu, Seaman tidak lagi dipercaya menjadi kiper utama.

Berikutnya, tahun 2004, insiden Seaman kembali terulang pada sosok David James. Dirinya melakukan blunder kala Inggris melakoni laga kualifikasi Piala Dunia pada 4 September 2004, melawan Austria. James gagal mengantisipasi “bola mudah” hasil tendangan jarak jauh Andreas Ivanschitz.

David James 

Walaupun melakukan blunder fatal, James masih saja dipercaya menjadi kiper utama Timnas Inggris kala itu. Ironisnya, saat ini James disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Green di bawah mistar gawang Inggris.

Seakan-akan seperti terkutuk, para kiper Inggris kembali mengulangi blunder serupa. Pada 11 Oktober 2006 silam, Paul Robinson “sukses” melakukan kesalahan memalukan dengan kegagalannya menendang bola back pass Gary Neville hingga bola masuk ke gawang sendiri. Alhasil, gol tersebut menjadi gol penutup pertandingan, sekaligus memastikan Inggris kalah 0-2 dari Kroasia.

Insiden tersebut menyebabkan Robinson dilabeli sebagai salah satu penjaga gawang yang paling sering melakukan blunder baik di Inggris atau ketika bermain di klubnya.

Paul Robinson 

Hanya berselang kurang lebih satu tahun, lagi-lagi Inggris tertimpa bencana kala Inggris harus kembali berhadapan dengan Kroasia pada 21 November 2007. Pada kualifikasi Euro 2008 tersebut giliran Scott Carson menjadi biang keladi kekalahan Inggris atas Kroasia.

Padahal, partai tersebut merupakan partai penting Inggris demi memuluskan jalan menuju Euro 2008. Saat itu, Inggris sebenarnya hanya membutuhkan hasil seri saja untuk lolos ke Austria-Swiss.

Kala itu, Carson gagal menangkap bola tendangan jarak jauh Niko Kranjcar, yang seharusnya dapat dengan mudah diantisipasi. Tindakan Carson tersebut akhirnya memaksa Inggris memendam mimpi tampil di Euro 2008 setelah kalah 3-2 atas Kroasia.

Scott Carson

Kejadian ini menjadi blunder ke-4 kiper Inggris sejak 2002 silam. Blunder yang dilakukan Carson tersebut terlihat hampir sama persis dengan apa yang dilakukan Green baru-baru ini.

Dengan catatan buruk tersebut, Inggris tampaknya harus memberikan perhatian khusus bagi para penjaga gawangnya. Setidaknya, bagaimana para pelatih Timnas Three Lions dapat mengasah mental dan performa kiper-kipernya.

Robert Green

Saat ini, skuad Three Lions diprediksi sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara Piala Dunia 2010. Inggris difavoritkan karena bersama Fabio Capello, Inggris berhasil menampilkan performa fantastis juga konsisten. Namun, catatan buruk yang dimiliki Inggris atas performa kiper-kipernya tersebut bukan tidak mungkin dapat menjadi antiklimaks performa fantastis Inggris di Afsel.

Iklan