Updates from Mei, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • qmey90 8:58 pm on May 31, 2010 Permalink | Balas  

    Ceceran Kisah yang Jarang Terungkap dalam Sejarah Sepakbola Dunia 


    Masih ingat “Gol Tangan Tuhan” bikinan Maradona? Seusai pertandingan, rekan-rekan timnya mengatakan, “Kita telah merampok mereka (karena ‘”Gol Tangan Tuhan’). Maradona menjawab, “Biarlah, mereka juga pernah merampok kita (saat Perang Malvinas).”

     

    Orang-orang Inggris generasi lama sangat membenci Maradona. Sebaliknya, orang-orang Argentina membuatkan sebuah ruang pemujaan bernama Gereja Maradona di Buenos Aires pada 2003.

    Buku ini adalah sekumpulan artikel seru yang memotret drama di dalam dan di luar lapangan dalam sejarah sepakbola dunia: pelatih timnas Prancis Raymond Domenech memilih para pemain berdasarkan zodiak mereka, para penggila sepakbola Afrika Selatan bakal membikin pekak kuping para pemain di lapangan dengan vuvuzela.

    Ada lagi tragedi-tragedi yang paling banyak memakan korban dalam sejarah sepakbola, kisah kelompok suporter sepakbola Argentina nan brutal bernama barrabravas, ritual di Gereja Maradona, penggunaan “sihir” di ajang sepakbola di tanah Afrika. Selain itu, ada kisah para wasit yang diancam mati oleh suporter, para pelatih yang melatih timnas negara lain dan harus berhadapan dengan timnas negara asalnya sendiri, dan masih banyak lagi kisah seru dan unik yang jarang diungkap.

    Lupakan sejenak semua persoalan sehari-hari. Selama sebulan, mulai 11 Juni sampai 11 Juli 2010 ini, perhatian dunia akan tertuju ke Afrika Selatan, tempat hajatan spektakuler Piala Dunia digelar. Sepakbola adalah euforia dunia.

    Meskipun tidak didukung data resmi, boleh dibilang lebih dari setengah penduduk dunia adalah penggemar sepakbola. Kurang lengkap rasanya bila menggemari sepakbola hanya sebatas mencermati skor pertandingan dan menyoraki pemenangnya.

    Sepakbola tidak bisa lepas dari drama, dan kisah dramanya tak kalah seru dibandingkan dengan film-film box office atau novel bestseller sekalipun. Dalam konteks itu, buku kompilasi drama sepakbola dunia ini akan menjadi kawan yang sangat pas sebagai penyedap kegiatan nonton bola.

    Display Buku

    Rp 49.000
    Hemat Rp 7.350
    Rp 41.650
     
     
     
     
    Judul DARI SIHIR AFRIKA HINGGA GEREJA MARADONA : Ceceran Kisah yang Jarang Terungkap dalam Sejarah Sepakbola Dunia  
    No. ISBN 9789792438925
    Penulis Andy Marhaendra
    Penerbit B-First
    Tanggal terbit Mei – 2010
    Jumlah Halaman 280
    Berat Buku
    Jenis Cover Soft Cover
    Dimensi(L x P)
    Kategori Olah Raga
    Bonus
    Text Bahasa Indonesia

     
  • qmey90 8:49 pm on May 31, 2010 Permalink | Balas  

    Selain menyebabkan kematian! rokok juga bikin bodoh, masih ingin merokok? Pikirkan baik-baik!! 


    Pantes aja kalo banyak perokok yang nggak juga memutuskan untuk berhenti merokok. Padahal himbauan halus tentang bahaya rokok (yang jelas-jelas menakutkan) selalu ada di tiap bentuk promosi rokok dan bahkan di bungkus rokok itu sendiri.

     

    Belum lagi perda tentang larangan merokok yang mempersempit ruang gerak para perokok untuk merokok di tempat umum. Ternyata, penelitian membuktikan kalau rokok menyebabkan kemunduran daya ingat dan daya pikir. Pantas saja kalau para perokok terkesan acuh tak acuh terhadap semua himbauan stop merokok. Setelah mereka melihat himbauan, mereka takut, lalu mereka lupa, dan akhirnya merokok lagi.

    Rokok memang mempengaruhi performa otak. Salah satu kemungkinannya adalah semakin lama sel-sel otak kita semakin rentan terhadap ribuan komponen kimia yang bersifat racun dan oksidatif dalam asap rokok yang dikenal sebagai radikal bebas. Bahaya merokok sudah lama diungkapkan ada hubungannya dengan radikal bebas. Radikal bebas dibuat secara normal di dalam proses metabolisme tubuh, dan juga bisa berasal dari luar tubuh seperti sinar ultraviolet, sinar X dan radiasi lainnya, panas, merokok, alkohol, dan sejumlah polutan. Sementara kita tidak bisa menghentikan tubuh dalam memproduksi radikal bebas, kita bisa mencegah tubuh kita kemasukan radikal bebas dari luar. Dengan kata lain, hentikan merokok atau menjadi perokok pasif yaitu dengan tidak menghisap asap rokok orang lain.

    Jadi gimana nih ? Mau terus ngerokok, mencoba ngurangin rokok, atau mau bergabung dengan 24 juta pria di dunia yang telah berhenti merokok?

    (Untukku)

     
  • qmey90 6:56 pm on May 31, 2010 Permalink | Balas  

    Berhenti Merokok Dengan Kekuatan Otak 


    MUNGKIN setiap orang tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan. Merokok juga bisa menjadi pintu gerbang menuju narkoba. Seorang perokok bisa lebih mudah menerima narkoba dibandingkan dengan yang tidak merokok.

     

    Namun, hingga kini jumlah perokok tidak berkurang. Dari beberapa survei, kebiasaan merokok dimulai dari usia anak-anak dan remaja. Mungkin karena itu seorang perokok merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok, karena sudah bertahun-tahun melakukan kebiasaan buruk itu. Rokok sudah menjadi bagian dari hidupnya, dan dia merasakan kenikmatan dari merokok.

    Banyak orang telah berusaha berhenti merokok. Ada yang bernazar kalau berhasil berhenti, ada yang mengulum permen untuk menggantikan rokok. Ada pula orang yang melakukan banyak aktivitas untuk melupakan keinginan merokok.

    Dari beberapa penelitian selalu ditemukan bahwa 70-80 persen perokok mempunyai keinginan untuk berhenti merokok. Ada yang telah tiga sampai empat kali mencoba, tetapi belum berhasil juga.

    Menurut dr Aisah Dahlan, Kepala Unit Rumah Sakit Bhayangkara Selapa Lemdiklat Polri, kebiasaan merokok sangat sulit ditinggalkan karena rokok mengandung zat nikotin yang bersifat adiktif (ketagihan) bagi tubuh. Walau adiktif yang dikandung rokok tidak seberat adiktif pada narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba), zat adiktif rokok sangat sulit dilepaskan.

    Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan merokok sulit dihilangkan.

    Pertama, rokok itu legal. Perokok merasa tidak melanggar peraturan dengan merokok. Mereka bisa merokok di mana pun tanpa takut akan ditangkap. Hal ini berbeda dengan narkoba, di mana pecandunya harus bersembunyi untuk menikmati narkoba.

    Kedua, rokok bisa dibeli dengan mudah di mana pun. Bahkan di warung atau kafetaria rumah sakit pun rokok bisa dibeli. Harga rokok juga cukup terjangkau.

    Ketiga, perokok melihat yang merokok tidak hanya dirinya, tetapi banyak orang. Mereka merasa tidak bersalah karena banyak orang melakukan hal yang sama.

    “Selain itu, ketagihan rokok masih bisa ditunda. Maksudnya, walau mulut terasa asam, kepala pusing, atau tanda-tanda ketagihan lain muncul, seorang perokok masih bisa menunda keinginan merokok jika tempat atau waktunya tidak memungkinkan untuk merokok. Berbeda dengan narkoba, di mana kebutuhan tubuh akan narkoba tidak bisa ditunda. Tingkat ketagihan yang ringan ini membuat orang memandang enteng akan bahaya ketagihan rokok,” jelas dokter yang aktif memberikan konseling dan penyuluhan soal narkoba ini.

    AISAH mengakui sangatlah sulit untuk menghentikan kebiasaan merokok. Namun, kebiasaan merokok itu bisa berhenti kalau perokok mempunyai motivasi diri untuk berhenti merokok.

    “Ada cara yang mudah dilakukan untuk berhenti merokok, yakni dengan mengandalkan kekuatan otak. Atau dengan kata lain, menata ulang pikiran bawah sadar. Caranya sangat sederhana. Pertama, kita mengatakan kepada diri sendiri bahwa kita berhenti merokok dan kita hidup sehat. Hal ini bisa disebut sebagai afirmasi diri atau niat,” kata Aisah.

    Kalimat yang dikatakan pada diri sendiri haruslah mengandung 3P, yakni personal, present tense, dan positive. Maksudnya, kalimat itu harus memakai kata saya (personal), dengan menggunakan struktur waktu saat ini (present tense). Jadi, mereka yang ingin berhenti merokok itu tidak menggunakan kata-kata ingin atau akan. Mereka juga harus menggunakan kata-kata positif (positive), bukan dengan kata-kata tidak atau jangan.

    Contohnya, saya hidup sehat. “Alam bawah sadar lebih menerima kalimat positif seperti ini dibandingkan kalimat yang menggunakan kata-kata negatif seperti ’saya tidak ingin merokok lagi’,” jelas dia.

    Setelah itu, bayangkan niat tersebut tidak dalam kata-kata, tetapi pada kejadian. “Jangan bayangkan tulisan ’saya berhenti merokok’. Tetapi, bayangkan kejadian bahwa saya telah berhenti merokok dan saya hidup sehat karena tidak merokok lagi. Bayangkan apa yang didapatkan dengan hidup sehat tanpa rokok,” dia menambahkan.

    Proses afirmasi dan membayangkan ini harus dilakukan lima kali sehari dan minimal selama 21 hari. “Namun, sebelum melakukannya, tubuh dan pikiran kita harus dalam keadaan nyaman dan tenang. Gelombang otak berada dalam gelombang alfa, di mana otak merasa santai dan rileks,” jelas Aisah.

    Cara berhenti merokok dengan mengandalkan kekuatan otak ini juga melatih otak kanan dan otak kiri bekerja seimbang. Proses afirmasi dan membayangkan menjalankan kedua fungsi otak. Otak kiri yang antara lain berfungsi untuk analisa dan bahasa digabungkan dengan fungsi kreatif dan imajinasi dari otak kanan.

    “Dengan menggabungkan fungsi kedua belah otak ini, pesan yang disampaikan ke diri kita 10 hingga 60 kali lebih cepat sampai,” ucap dia.

    Aisah yakin kekuatan otak sangat membantu perokok yang ingin berhenti merokok. Bahkan, cara ini bisa juga dipraktikkan pada keinginan-keinginan yang lain. Kalaupun dia tidak berhasil menghentikan kebiasaan tersebut, mungkin karena usahanya yang tidak cukup kuat, setidaknya dia akan merokok dengan santun. Misalnya, tidak merokok di tempat umum atau dekat dengan orang lain yang tidak merokok.

    “Ingat, semua rokok dan narkoba yang berasap berbahaya bagi orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok atau tidak mengisap narkoba. Risiko yang dihadapi mereka sama besarnya dengan perokok atau pecandu narkoba,” katanya menegaskan.

    (Untukku) (kompas cyber media)

     
  • qmey90 6:03 pm on May 31, 2010 Permalink | Balas  

    Rokok Elektronik Yang Sehat 


    Thanko selalu menawarkan berbagai produk USB yang sehat. Dan salah satu produk mereka adalah rokok elektronik versi USB yang memberikan kenikmatan serupa dengan sebatang rokok sungguhan tanpa harus merusak kesehatan orang lain disekitar anda.

    Tetapi alat ini ini tidak mengandung nikotin atau tar karena produk ini menggunakan elemen pemanas untuk menguapkan suatu pengganti nikotin yang dapat memberikan kenikmatan merokok yang lebih sehat.

    Tentu saja produk ini menggembirakan bagi semua pihak, untuk para perokok dapat mengurangi konsumsi kadar nikotin dan menjaga gigi tetap putih, sedangkan untuk orang lain tidak akan terganggu dengan asp rokok atau menjadi perokok pasif serta dapat mengurangi resiko kebakaran.

    Tapi sayangnya memang harganya masih cukup mahal karena Thanko USB Cigarette ini dijual dengan harga 2980 Yen atau sekitar 33 US$. (Untukku) (Techfresh)

     
    • reynold 5:33 pm on Juli 3, 2010 Permalink | Balas

      nice cigar..
      gw uda ngerasain..
      keren bgt n bnr2 sm kayak rokok..

  • qmey90 8:32 pm on May 30, 2010 Permalink | Balas  

    Memahami Anak Indigo 


    Julukan anak indigo sering dikaitkan dengan seorang anak yang memiliki kecerdasan luar biasa. tapi, tahukah kalian kalau julukan ini sebenarnya tidak dikenal di dunia psikologi?

    Sebelum masuk ke topik Anak Indigo secara khusus, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu perbedaan antara Child Prodigy dan Indigo Child.

    Child Prodigy
    Child Prodigy adalah seseorang yang dalam usianya yang masih muda sudah memiliki kecerdasan atau kemampuan setara level orang yang lebih tua. Julukan ini biasanya diberikan kepada anak yang berusia di bawah 15 tahun. Anak-anak yang memiliki otak jenius, dapat kita golongkan kedalam Child Prodigy.

    Contoh orang-orang yang masuk ke dalam kategori ini adalah Mozart dan Picasso.

    Indigo Child
    Di lain pihak, istilah Indigo Child atau Anak Indigo sama sekali tidak memiliki kaitan dengan kecerdasan anak. Julukan ini lebih condong digunakan dalam kaitannya dengan perilaku sang anak.

    Perlu diketahui kalau Istilah “Anak Indigo” sebenarnya tidak dikenal di dalam dunia psikologi. Istilah ini hanya dikenal di kalangan penganut New Age yang merujuk kepada anak-anak yang dipercaya memiliki atribut psikologi yang tidak biasa.

    Salah satu definisi Anak Indigo yang paling sering dikutip adalah definisi dari Lee Carroll. Ia mendefinisikan anak Indigo sebagai:

    “Seorang anak perempuan atau laki-laki yang memiliki atribut psikologi yang baru atau tidak biasa yang kemudian menyebabkan mereka menunjukkan perilaku yang belum terdokumentasikan sebelumnya.”

    Jadi, jelas, anak Indigo adalah anak yang menunjukkan ciri perilaku tertentu dan tidak ada hubungannya dengan kecerdasan otak ataupun kemampuan paranormal.

    Lalu, siapa yang pertama kali mengemukakan konsep ini?

    Lahirnya Konsep Indigo
    Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan pada tahun 1970an oleh seorang paranormal bernama Nancy Ann Tappe yang mencoba mengklasifikasikan masa dan kepribadian seseorang berdasarkan warna aura.

    Dalam bukunya yang berjudul “Understanding your life through color” yang terbit tahun 1982, Tappe berkata:

    “Setiap masa universal akan disertai dengan sejumlah besar orang yang memiliki warna aura yang sesuai dengan masa itu. Misalnya, orang dewasa sekarang kebanyakan memiliki warna biru atau violet. Dua warna itu adalah warna yang paling dibutuhkan pada masa transisi ini, masa Violet. Sedangkan pada masa yang akan datang, yaitu masa Indigo, warna-warna Indigo akan menjadi warna yang umum.”

    Dengan kata lain, Tappe membagi-bagi masa di dunia ini lewat warna, dan masa yang akan datang, yang disebutnya sebagai masa Indigo, warna Indigo akan mendominasi dan anak-anak yang lahir pada masa itu akan memiliki ciri-ciri tertentu yang bisa diobservasi.

    By the way, bagi yang belum mengetahui, Indigo adalah nama sebuah warna pada spektrum elektromagnetik yang berada diantara warna biru dan violet.

    Tappe mengaku menemukan pola energi indigo ini ada pada lebih dari 95% anak yang lahir dalam 10 tahun terakhir. Ia memprediksikan kalau Fenomena ini akan segera terjadi dalam skala global.

    Ciri-ciri anak Indigo – Tappe
    Menurut Tappe, anak Indigo dapat dikenali dari ciri-ciri sebagai berikut:

    1. Memiliki mata yang besar dan jernih.
    2. Memiliki pemikiran yang lebih dewasa dibanding usianya.
    3. Memiliki ingatan yang sangat kuat.
    4. Memiliki keinginan untuk hidup dengan mengikuti kata hatinya.
    5. Sensitif.

    Anak-anak ini dipercaya akan mengubah kesadaran umat manusia dan membantu mengubah irama kehidupan manusia.

    Dan menurut Tappe lagi, anak-anak inilah jembatan menuju masa depan.

    Konsep yang dikemukakan oleh Tappe kemudian mencapai kemashyurannya pada tahun 1990an lewat tangan penulis lainnya.

    Ciri-ciri anak Indigo – Lee Carroll
    Pada tahun 1998, paranormal lainnya yang bernama Lee Carroll dan istrinya Jan Tober juga menulis sebuah buku mengenai topik ini. Judulnya “The Indigo Children: The New Kids Have Arrived”.

    Buku ini dengan segera menjadi referensi utama bagi topik anak indigo. Namun, Cara Carroll mendapatkan konsepnya mengenai anak Indigo boleh dibilang cukup aneh.

    Lee Carroll sendiri adalah seorang cenayang yang biasa menjadi medium bagi roh yang bernama Kryon.

    Menurutnya, roh Kryon telah memberikan kepadanya beberapa cara untuk mengenali anak Indigo, yaitu dengan melihat ciri-ciri sebagai berikut:

    1. Mereka hadir ke dunia dengan perasaan sebagai bangsawan dan kadang bersikap seperti itu.
    2. Mereka memiliki perasaan “layak ada di sini” dan kadang terkejut ketika orang lain tidak mempercayainya.
    3. Harga diri tidak terlalu penting. Mereka malah sering memberitahukan kepada orang tuanya “siapa mereka sebenarnya”.
    4. Mereka memiliki kesulitan untuk tunduk kepada otoritas mutlak.
    5. Mereka seringkali menolak melakukan sesuatu yang tidak disukai seperti mengantri.
    6. Mereka seringkali menjadi frustasi dengan sistem yang kaku dan tidak kreatif.
    7. Mereka seringkali merasa punya cara yang lebih baik dalam melakukan sesuatu.
    8. Mereka terlihat anti sosial dan susah bergaul, kecuali dengan anak yang sejenis dengannya.
    9. Mereka seringkali menolak ketika didisiplinkan.
    10. Mereka tidak malu untuk mengungkapkan apa yang dimaunya.

    Kesepuluh ciri ini kemudian menjadi faktor sangat penting dalam memberikan label anak Indigo kepada seseorang.

    Lalu, bagaimana sains modern menanggapi teori yang dikemukakan oleh para penulis New Age ini?

    Anak Indigo dalam pandangan sains
    Seringkali, istilah indigo diberikan sendiri oleh orang tua yang melihat ada ciri-ciri anak indigo pada anak mereka. Ini membuat fenomena ini menjadi subyek kritikan para psikolog modern.

    Ketika diteliti, kebanyakan anak-anak yang diberi label Indigo sebenarnya hanyalah anak yang mengalami Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Anak yang mengalami kelainan ini akan selalu mencari perhatian dan menjadi lebih hiperaktif.

    Ciri-ciri anak yang mengalami ADHD sepertinya memang sesuai dengan ciri-ciri anak Indigo yang dikemukakan oleh Lee Carroll.

    Namun, disinilah terjadi pertentangan antara penganut teori anak Indigo dengan para psikolog.

    Para penganut teori Anak Indigo percaya kalau anak yang memiliki ciri-ciri Indigo adalah anak yang spesial. Carroll sendiri menulis kalau anak Indigo sering dianggap sebagai penderita ADHD oleh para dokter. Ia menyarankan orang tua sang anak untuk tidak memberikan bantuan medis karena ia beranggapan anak tersebut bukan menderita ADHD, melainkan memiliki karakteristik Indigo yang spesial.

    Di lain pihak, para psikolog yang menemukan ciri-ciri Indigo di atas akan segera memberikan diagnosa ADHD dan menyarankan untuk memberikan bantuan medis. Mereka juga kuatir kalau saran para penulis seperti Carroll diikuti, akan membuat sang anak tidak mendapat perhatian medis yang memadai.

    Karena itulah, para psikolog atau dokter lebih melihat fenemena anak indigo hanya sebagai ajang cari untung bagi penulis-penulis tertentu dan mereka tidak melihat adanya dasar sains yang memadai dari teori ini.

    Masalah dengan anak Indigo
    Ada sebuah peristiwa menarik yang pernah dimuat di harian Dallas Observer yang menceritakan mengenai anak Indigo. Salah seorang reporternya sedang berbicara dengan seorang anak yang dipercaya sebagai Indigo. Lalu, wartawan itu bertanya kepada anak tersebut:

    “Apakah kamu Indigo?” Tanya sang wartawan.

    Anak laki-laki itu memandang sang wartawan, lalu berkata: “Saya adalah seorang Avatar.”

    Saya bisa mengenali empat elemen, bumi, angin, air dan api. Avatar berikutnya tidak akan datang sebelum 100 tahun berlalu.”

    Sang wartawan yang tidak mengerti apa yang dikatakan anak itu menjadi sangat takjub.

    Namun, pembaca harian itu segera mengenali kalau anak itu sebenarnya sedang menceritakan kisah dalam film seri “Avatar: The Last Airbender.” Karena itu, tidak ada yang spesial dalam perkataannya itu.

    Sang wartawan pun mengakui kebodohannya.

    Jadi, persoalan indigo ini memang lumayan membingungkan.

    (wikipedia, skepdic.com)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: