Updates from April, 2010 Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • qmey90 9:14 pm on April 25, 2010 Permalink | Balas  

    Nyata! Ada Sungai Di Dalam Laut! 


    “Cenote”. Kata “Cenote” itu berasal dari kata suku maya “D’zonot” yang berarti “sebuah lubang/gua bawah tanah yang memiliki air“. Sedangkan “Angelita” berarti “malaikat kecil”. Jadi Cenote Angelita berarti “Gua Malaikat Kecil”.

    Istilah Cenote ini digunakan untuk merujuk kepada gua/lubang yang ada di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain Cenote Angelita, di semenanjung Yucatan, ada Cenote-Cenote lainnya, seperti Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan laut dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu.


    Cenote-cenote ini memiliki sejarah sangat tua. Suku Maya biasa menggunakannya untuk bepergian ke kota lain. Namun baru pada abad ke-20 ketika penyelaman dan penjelajahan gua menjadi populer, Cenote-cenote ini kembali menarik perhatian.

    Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum. Ia memiliki diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang memiliki keanekaragaman flora fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.

    Karena itu sebenarnya kurang tepat kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut. Cenote Angelita sebenarnya sebuah gua berair di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.


    Jika kita menyelam ke dalam Cenote Angelita, kita akan menemukan air tawar pada kedalaman 30 meter pertama yang kemudian diikuti dengan air asin pada kedalaman 60 meter. Pada kedalaman itu juga kita bisa melihat sungai dan pohon-pohon di dasarnya.

    Nah, Sekarang saya akan membahas tiga karakteristik Cenote ini yang banyak membingungkan orang, yaitu :

    1. Mengapa air asin dan air tawar bisa tidak bercampur?
    2. Bagaimana bisa ada sungai di bawah laut?
    3. Bagaimana pohon bisa hidup di dalam air?

    Air asin dan air tawar
    Dalam deskripsinya mengenai Cenote Angelita, Anatoly Beloschin, seorang fotografer profesional mengatakan :

    “We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves..”

    “Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh.”


    Dari deskripsi ini, kita bisa menyimpulkan kalau air tawar berada di atas air asin. Bagaimana mungkin air asin dan air tawar tidak bercampur?

    Jawabannya adalah karena sebuah fenomena yang disebut Halocline.

    Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.


    Air asin memiliki kepadatan yang lebih besar dibandingkan air tawar. Ini membuat ia memiliki berat jenis yang juga lebih besar. Karena itu wajar kalau air tawar berada di atas air asin. Ketika kedua jenis air ini bertemu, ia akan membuat lapisan halocline yang berfungsi menjadi pemisah antara keduanya. Peristiwa ini tidak terjadi di semua pantai atau bagian di laut, namun cukup umum terjadi di gua-gua air yang terhubung ke laut seperti Cenote.

    Perbatasan antara air asin dan air tawar (Halocline) pada Cenote Angelita berada pada kedalaman sekitar 33 meter. Dalam kasus Cenote ini, air tawar di permukaan berasal dari air hujan.

    Jika ingin lebih jelas, kalian bisa membuat halocline sendiri di rumah. Caranya, masukkan air asin ke dalam sebuah gelas hingga setengah gelas terisi. Lalu, taruh spon di atas air. Setelah itu, tuangkan air tawar perlahan-lahan ke dalam gelas. Maka lapisan halocline akan tercipta sehingga air tawar yang masuk tidak bercampur dengan air asin yang dibawahnya.

    Fenomena air tawar yang terpisah dengan air asin sebenarnya bukan hal yang baru. 2.000 tahun yang lalu, seorang ahli geografi Roma bernama Strabo pernah menulis mengenai para penduduk Latakia, barat Siria, yang mengayuh perahunya sekitar 4 kilometer menjauhi pantai lalu menyelam dengan membawa kantung air dari kulit kambing dan mengambil air segar dari dalamnya untuk persediaan air minum bagi kota mereka. Mereka tahu persis tempat dimana air tawar berkumpul di laut. Hari ini, para penyelam juga bisa melakukan hal yang sama di banyak pantai di dunia.


    Sungai di bawah laut
    Dalam foto yang bisa kita lihat, Cenote Angelita sepertinya memiliki sungai di dasarnya. Jika benar, tentu saja akan sangat membingungkan!


    Namun sebenarnya sungai tersebut hanyalah sebuah ilusi. Deskripsi yang paling tepat untuk menyebutnya, bukan sungai, melainkan kabut/awan, karena lapisan yang terlihat seperti sungai itu adalah lapisan Hidrogen Sulfida. Lapisan ini membentuk kabut/awan tebal yang membuat ilusi sungai.

    Tidak banyak yang bisa menyelam sampai kedalaman ini karena lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.

    Lapisan Hidrogen Sulfida ini terbentuk akibat pohon-pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena itu lapisan ini memiliki bau yang tidak enak, seperti telur busuk (Mungkin sebagian dari kalian juga tahu kalau kita juga mengeluarkan gas ini ketika kita buang angin). Selain karena aktifitas bakteri pembusukan, gas ini juga bisa dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi manusia karena bisa mengganggu beberapa sistem dalam tubuh manusia.

    Pohon di bawah laut

    Saya banyak mendapat pertanyaan ini dan memang Ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik. Dari foto di atas, kita bisa melihat kalau pohon di dasar Cenote Angelita mirip dengan pohon yang ada di darat. Kita tahu kalau pohon membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Jadi bagaimana mereka bisa hidup di dasar air yang gelap dan dalam?

    Jawabannya atas pertanyaan ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu: Tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote!

    Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat Anatoly Beloschin. Anatoly mengatakan :

    “We are 30 meters deep, fresh water, then 60 meters deep – salty water and under me I see a river, island and fallen leaves…”

    “Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh.”


    Ia hanya mengatakan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh.

    Ini jelas terlihat dari foto-foto yang diambilnya kalau batang-batang pohon itu adalah pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud adalah daun yang berserakan di dasar Cenote. Anatoly tidak pernah mengatakan melihat pohon hidup di dasar Cenote.

    Saya juga tidak bisa menemukan satu sumber pun yang mengatakan ada pohon hidup di dalam Cenote Angelita. Lagipula, jika memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?

    Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?

    Jawabannya adalah karena Cenote ini terletak di tengah Hutan. Tentu wajar kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.

    Walaupun tidak misterius (inilah sebabnya saya tidak berniat memposting ini pada awalnya), saya akui Cenote Angelita memang indah. Namun, saya rasa tempat ini cukup berbahaya. Kita tidak tahu apa yang akan kita jumpai di tempat gelap seperti itu kan?

    Mungkin kalian akan berkata kepada saya: “Brother enigma, saya adalah orang yang suka menyelam dan berpetualang. Setelah membaca tulisan ini, jiwa petualangan saya memanggil dan saya ingin pergi ke sana untuk menyelam.”

    Saya akan menjawab: “Tahukah kamu kalau tempat seperti itu berbahaya. Bukankah saya sudah mengatakan kalau ada gas hidrogen sulfida yang bau dan berpotensi bahaya.”

    “Brother, saya tidak takut dengan gas hidrogen sulfida!”

    “Tapi, gua itu dalam dan gelap, Kamu kan tidak tahu bisa berjumpa dengan makhluk apa disana.”

    “Ah, apa sih yang bisa dijumpai, paling hewan kecil yang tidak berarti.”

    Baiklah kalau begitu. Jika kalian sudah memutuskan, maka saya tidak akan menahan kalian lagi. Jadi saya ucapkan selamat menyelam!


    Kasih-kasih kabar ya…

    Q’pedia (cenoteangelita.com, whoi.edu, thefreelibrary.com, candlepowerforums.com, tecdive.ru)

     
  • qmey90 8:54 pm on April 25, 2010 Permalink | Balas  

    Ikan Yang Hidup 1000 Tahun Yang Lalu Terpotret Oleh Google Earth 


     

     

     

     

     

    Google Earth Bisa Menampakkan Ikan Purba yang Berusia 1000 tahun.

     
  • qmey90 8:37 pm on April 25, 2010 Permalink | Balas  

    10 Kota Yang Misterius Di Dunia. 


    10.The City Of The Caesars

    Kota ini dikenal sebagai Kota Wandering dan Kota Patagonia, Kota para Kaisar adalah sebuah kota mitos yang diyakini terletak di ujung selatan Amerika Selatan di daerah yang dikenal sebagai Patagonia. Kota tidak pernah ditemukan, dan pada titik ini dianggap lebih dari pada legenda apa pun, menurut penjelajah kolonial mengatakan kota itu didirikan oleh korban yang selamat dari sebuah kapal karam Spanyol, dan diyakini memiliki sejumlah besar emas dan perhiasan. Seiring dengan waktu, sejumlah legenda telah terbentuk di sekitar Kota dari Caesars, dengan mengatakan bahwa itu dihuni oleh 10-kaki raksasa tinggi, dan ad mitos kota hantu yang bisa muncul dan menghilang sesuka hati.

      
    9. Troy


    Troy terkenal dlm puisi2 epik Homer, Troy legendaris sekali-kota yang terletak di Turki modern. Dikenal sebagai situs dari Perang Troya, yang salah 1 film terbaik mnurut ane gan.. Troy kuno adlah kota-benteng yang kuat yang berdiri di atas bukit dekat sungai Scamander. Lokasi pantai yang memungkinkannya untuk menjadi kekuatan angkatan laut, dan dataran dekatnya disediakan lahan untuk pertanian baik. pertama kali digali di tahun 1870-an oleh Heinrich Schliemann, menemukan berbagai kota di situs, yang selama bertahun2 telah dibangun di atas satu sama lain. Meskipun pernah menjadi kursi kekuasaan yang menjulang, hasil dari bertahun-tahun menggali dan sering dijarah oleh wisatawan.
     

    8. The Lost City Of Z


    Konon terletak jauh di hutan Brasil, kota yang hilang Z dikatakan sebagai sebuah peradaban maju dengan jaringan canggih jembatan, jalan, dan kuil. Spekulasi tentang Z dimulai setelah dokumen itu ditemukan di mana seorang penjelajah Portugis menegaskan bahwa dia pernah mengunjungi kota ini pada 1753, tapi selain tidak ada bukti keberadaannya yang pernah ditemukan. Kota Z adalah yang paling terkenal untuk menarik kepentingan penjelajah Percy Fawcett, yang pada tahun 1925 menghilang tanpa jejak saat mencari, dan selama bertahun-tahun sejumlah petualang lainnya telah meninggal atau hilang, sementara pada jejak. Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah kota yang dikenal sebagai Kuhikugu ditemukan di Hutan Amazon bukti yang menunjukkan benteng dan teknik yang canggih.
     

    7. Petra


    Petra Yordania terletak di dekat Laut Mati dan diyakini telah pernah menjadi pusat perdagangan karavan Nabataean. Fitur yang paling menonjol adalah arsitektur batu yang indah, yang diukir dari batuan pegunungan di sekitarnya. Petra sebuah kota dengan benteng alami ketika didirikan sebagai modal dalam 100 SM, dan bukti menunjukkan bahwa fitur banyak kemajuan teknologi lainnya seperti bendungan dan waduk, yang membantu para penghuni kawasan saluran banjir bandang dan menyimpan air untuk digunakan pada saat-saat kekeringan. Setelah ratusan tahun kemakmuran, kota pergi ke Roma menurun setelah menaklukkan daerah, dan pada tahun 363 gempa bumi yang menghancurkan beberapa bangunan dan infrastruktur lumpuh. Petra akhirnya ditinggalkan, dan itu berdiri selama bertahun2 di padang pasir sebelum dinyatakan kepada dunia pada umumnya pada tahun 1812 oleh penjelajah Swiss.
     

    6. El Dorado


    El Dorado adalah sebuah mitos kerajaan konon ditemukan di hutan Amerika Selatan. Secara harfiah berarti “The Golden one” dalam bahasa Spanyol, kota ini dikatakan dipimpin oleh seorang raja yang kuat dan tahan kekayaan tak terperi emas dan perhiasan. Pada masa dari conquistador, kota adalah subjek konstan daya tarik, dan beberapa bencana ekspedisi diluncurkan dalam pencarian itu. Yang paling terkenal ini dipimpin oleh Gonzalo Pizarro, yang pada tahun 1541 memimpin sekelompok 300 tentara dan beberapa ribu orang India ke dalam hutan untuk mencari El Dorado. Mereka menemukan tidak ada bukti dari kota atau harta, dan setelah kelompok itu hancur oleh penyakit, kelaparan, dan serangan oleh pribumi, ekspedisi ditinggalkan.
     

    5. Memphis


    Didirikan pada tahun 3.100 SM, Memphis adalah ibu kota Mesir kuno, dan bertugas sebagai pusat administratif peradaban selama ratusan tahun sebelum ditinggalkan dengan bangkitnya Thebes dan Alexandria. Pada puncaknya, Memphis diperkirakan memiliki populasi lebih dari 30.000, yang akan membuatnya menjadi kota terbesar jaman dahulu. Selama bertahun-tahun, lokasi Memphis menjadi hilang, dan itu menjadi bahan perdebatan di antara arkeolog sebelum ditemukan kembali oleh ekspedisi Napoleon di akhir 1700-an, Sayangnya, batu-batu dari reruntuhan telah disesuaikan untuk membangun pemukiman di dekatnya, dan banyak bagian penting dari situs tetap kalah dari sejarawan.
     

    4. Angkor


    Wilayah Angkor Kamboja menjabat sebagai pusat kekuasaan untuk kerajaan Khmer dari 800 M hingga tahun 1400-an. Daerah itu ditinggalkan setelah penurunan yang lambat yang berakhir dengan invasi oleh tentara Thailand tahun 1431, meninggalkan kota besar dan ribuan candi Budha yang akan direklamasi oleh rimba. Kota ini relatif tak tersentuh hingga 1800-an, ketika sekelompok arkeolog Prancis mulai memulihkannya. kuil Angkor terkenal Wat umumnya dianggap sebagai monumen keagamaan terbesar yang ada.
     

    3. Pompeii


    Kota Romawi Pompeii ini dihancurkan pada tahun 79 M setelah dekat gunung berapi Vesuvius meletus dan mengubur seluruh komunitas di bawah 60 kaki abu dan batu. Kota ini diperkirakan memiliki sekitar 20.000 penduduk pada waktu itu, dan itu dianggap sebagai salah satu tempat liburan utama untuk kelas atas masyarakat Roma. Setelah letusan, reruntuhan berdiri selama 1.700 tahun sebelum tanpa sengaja ditemukan kembali pada 1748 oleh para pekerja untuk membangun istana Raja Naples, dan sejak itu Pompeii telah menjadi sumber konstan penggalian oleh arkeolog. Ironisnya, kehancuran yang disebabkan oleh Vesuvius, yang pda saat itu menengelamkan dengan begitu banyak lukisan dinding dan patung-patung, membuat Pompeii bagian penting sejarawan modern ‘pemahaman hidup di Roma kuno. dan hanya menemukan sisa-sisa dari kota itu.
     

    2. Atlantis


    Pada titik ini cukup mudah untuk menulis Atlantis lepas sebagai tidak lebih dari sebuah mitos, tetapi kota legendaris ini telah menjadi sumber spekulasi sejak Plato filsuf pertama kali menulis tentang hal ini dalam 360 SM Digambarkan oleh Plato sebagai sebuah peradaban maju dan hebat kekuatan angkatan laut, Atlantis dikatakan telah menaklukkan sebagian besar Eropa sebelum tenggelam ke laut sebagai hasil dari beberapa jenis bencana lingkungan. Sementara cerita Plato dilihat oleh sebagian besar sebagai sebuah karya fiksi, dengan deskripsi suatu peradaban besar2an tahun depan para waktu teknologi telah menangkap imajinasi dari banyak penulis dan calon petualang, dan ada banyak ekspedisi diluncurkan untuk mencari kota ini.
     

    1. Machu Picchu


    Machu Picchu kota Terpencil dekat Urubamba Valley di Peru, kota ini pernah ditemukan dan dijarah oleh conquistador, dan tidak sampai sejarawan berkunjung Hiram Bingham pada tahun 1911 itu menjadi dikenal di luar daerah. Kota ini dibagi menjadi distrik-distrik, dan fitur lebih dari 140 struktur yang berbeda dibatasi oleh dinding-dinding batu yang dipoles. Dikatakan kepada telah dibangun di tahun 1400-an oleh suku Inca dan ditinggalkan kurang dari 100 tahun kemudian, kemungkinan besar ketika jumlah penduduknya adalah dihapus dengan cacar dibawa dari Eropa. Ada banyak spekulasi mengenai apa Machu Picchu digunakan untuk, dan juga mengapa memilih seperti suku Inca membangun di lokasi yang aneh. Beberapa orang mengatakan ini adalah bait suci macam, sementara yang lain berpendapat bahwa itu digunakan sebagai penjara, tetapi penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa mungkin itu harta pribadi kaisar Inca Pachacuti, dan lokasi ini dipilih karena pegunungan di dekatnya menonjol dalam mitologi Inca.
    <a href="http://www.aku-disini-untukmu.co.cc&quot; title="Selalu Ada Untukmu | http://www.aku-disini-untukmu.co.cc” target=”_blank”>
    <a href="http://www.aku-disini-untukmu.co.cc&quot; title="Selalu Ada Untukmu | http://www.aku-disini-untukmu.co.cc” target=”_blank”>Q’pedia.

     
  • qmey90 7:28 pm on April 25, 2010 Permalink | Balas  

    Keren! Google Earth Mempotret Lanskap Kejadian Alam Bergambar Wajah-Wajah Orang Terkenal 


     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal
%d blogger menyukai ini: